Setia (Filipi 2 : 1-8)

Menjaga keharmonisan berarti berusaha dan berjuang selaras dalam perbedaan. Tetap menyenangkan hati Tuhan Yesus meskipun ada saat-saat dimana hidup tidak sesuai dengan harapan kita.

Menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus Yesus, dalam mengasihi. Rendah hati, bersahabat, dan hidup menyetarakan diri dalam hubungan dengan orang-orang di sekitar kita.

Kesetiaan Allah yang melindungi hubungan kita dengan-NYA tidak pernah hilang. Rela menderita, mengampuni dan memulihkan hubungan meskipun dikecewakan namun setia sampai akhir.

Membangun, merawat, dan memulihkan komitmen hidup bersama. Setia juga berarti produktif dengan kebaikan dan keramahan meskipun sering “terluka”. Penghiburan dengan kasih, kasih yang mesra serta penuh belas kasihan merekatkan diri dengan pasangan hidup dan keluarga.

Mencabut akar kepahitan, luka dan kekecewaan di dalam diri kita maka hidup indah seperti yang Tuhan Yesus ingini di dalam hidup kita itu tercipta.

Berkata-kata yang baik dan memiliki waktu kebersamaan menjadikan keharmonisan itu semakin terwujud. Menjaga keharmonisan hidup bersama Tuhan Yesus, maka perbedaan itu pasti saling melengkapi dan memperindah setiap kehidupan anak-anak Tuhan Yesus.

*sumber: Kotbah Firman Tuhan Pdt. Paulus Lie di GBIS Kepunton