Sengsara (Ibrani 2 : 9-10)

Orang Kristen yang benar pasti bahagia saat mengalami sengsara, bahkan bisa bersukacita saat mengalami penderitaan. Ada kemuliaan di balik salib penderitaan.

Dengan pertolongan Allah pasti juga bisa menang dan sempurna, ada kemuliaan dibalik salibNYA (Matius 5 : 10-12, Lukas 6 : 22-23). Penderitaan Tuhan Yesus di atas kayu salib menjadikan Kasih begitu sempurna dalam hidup kita.

Ketika Kasih mengubahkan hidup dari kehidupan dosa pada keselamatan kekal maka pasti membawa pada sukacita surga.

Sengsara karena Kristus, wajib dilalui orang percaya. Sengsara karena Kristus dilalui sebagai ketaatan orang percaya pada Firman Tuhan (Filipi 1 : 29 dan Lukas 9 : 23). Ikuti teladan Kristus bahkan sengsara-NYA sekalipun (I Petrus 2 : 21-22).

Sengsara karena kesalahan sendiri atau karena perbuatan dosa kita, maka sebagai orang percaya kita harus melepaskan semua itu dan berjalan seturut Firman Tuhan melalui pertobatan supaya sengsara itu tidak membawa kita jatuh dan hidup dalam sengsara yang berlarut-larut.

Tuhan Yesus tidak menghendaki kita hidup di dalam sengsara, Tuhan Yesus mengijinkan dan mewajibkan anak-anakNYA melalui sengsara mewarnai kehidupan untuk mengalami Kasih dan kemuliaan Allah yang nyata.

Berkat Allah dan damai surgawi melingkupi orang percaya sekalipun melalui sengsara penderitaan Kristus. Mau memikul salib pasti mendewasakan rohani kita, dan mahkota kehidupan diberikan kepada kita.

Setiap tetes air mata kita diganti dengan mujizat dan berkat yang luar biasa, saat kita hidup benar bersama Tuhan Yesus.

Di dalam Kristus, segala sengsara dan tiap tetesan air mata kita pasti akan berubah menjadi kemuliaan dan kemenangan (Roma 8 : 17).

Bangkitah dalam penderitaan, dan hidup menurut tuntunan pimpinan Tuhan Yesus.

*sumber: Kotbah Firman Tuhan Pdt. Jonatan Jap Setiawan (GBIS Kepunton)