Pemulihan (Keluaran 4 : 1-5)

Saat Musa memperoleh panggilan Allah, Musa ingin berlari dari panggilan tersebut karena Musa tidak percaya diri dan merasa gagal karena masa lalu. Musa menggunakan kekuatannya sendiri untuk mengatasi kegagalannya sehingga merasa tidak layak menerima panggilan Tuhan yang mulia.

Tuhan mampu menguatkan dan membangkitkan kembali yang lemah, Tuhan memberikan kemenangan dan keberhasilan untuk setiap anak-anak yang dikasihi-NYA setiap orang percaya. Pemulihan Allah mengubahkan setiap kegagalan menjadi kebangkitan dan kemenangan hidup yang besar serta penuh kemuliaan Tuhan Yesus.

Pemulihan bisa dengan mudah terjadi di dalam hidup kita, asalkan kita tetap percaya dan bersandar kepada Tuhan. Di dalam pengharapan kita menemukan titik terang kuasa penyertaan Tuhan.

Bagaimanapun keadaan kita, seberapa dalam kita sudah terperosok, seberapa gelap kita berada; Tuhan tetap setia beserta dengan kita.

Dunia menjanjikan kelegaan sementara, namun kelegaan yang dari Tuhan Yesus senantiasa kekal. Hanya berharap dan percayalah senantiasa pada Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus bisa memakai apapun yang ada pada kita, mungkin tidak berarti untuk kita namun Tuhan Yesus cukup untuk menggunakannya menjadi berkat dalam perkara yang besar (Keluaran 4 : 2).

Lewat orang-orang yang punya penyerahan kepada Tuhan-lah, maka Tuhan akan mengerjakan perkara-perkara yang heran. Tuhan memakai hati kita untuk menjadi berkat untuk banyak jiwa. Diberkati untuk menjadi berkat.

Tidak ada yang mustahil bagi Allah untuk memulihkan hidup setiap kita semua.

*sumber: Kotbah Firman Tuhan Pdt. Jonatan Jap Setiawan (GBIS Kepunton)