Menolong yang Terhilang (Lukas 5 : 31-32, Lukas 15 : 3-32)

Dari segala hal dan keadaan yang orang percaya lalui, satu hal yang tidak akan pernah berubah adalah misi Tuhan Yesus dalam hidup kita. Menolong orang yang hilang dan yang terhilang.

Jika anak-anak Tuhan bisa menolong yang hilang, jangan lupa untuk juga bisa menolong orang yang terhilang atau mulai menghilang; menjauh hidupnya dari Tuhan Yesus. Dalam kedua hal inilah Tuhan Yesus menghendaki setiap kita, selalu memperhatikan dan senantiasa menolong sesama.

Domba yang terhilang atau mulai tersesat dari kerumunannya, maka nyawanya sedang dalam keadaan yang berbahaya bahkan mati. Tuhan Yesus ingin mengingatkan kita bukan tentang saja mati secara fisik atau jasmani namun hal yang terpenting adalah jiwa, hati dan hidupnya di dalam Kristus; Tuhan ingin setiap anak-anakNYA tekun untuk berdoa dan membuka tangan menolong orang yang terhilang.

Orang percaya yang menghilang dalam hati, jiwa dan mentalnya pada hidupnya yang mengikut Tuhan memerlukan saudara seiman untuk tekun berdoa, memperhatikan serta menolong. Jangan pernah membiarkan atau bersikap untuk keselamatan diri sendiri saja namun terlebih lagi bahwa keselamatan yang Tuhan Yesus taruh dalam hidup kita itu menjadi keselamatan bagi saudara kita juga. Berdoa untuk saudara kita yang mulai menghilang atau terhilang, Tuhan Yesus pasti menolong dengan caraNYA yang ajaib supaya keselamatan kekal ada pada setiap kita.

Seorang perempuan yang mendapati logam dirhamnya hilang, menyalakan pelita dan sangat bersukacita karena ia mendapatinya kembali bahkan ia berpesta bersukacita akan itu, yang kurang sebanding dengan apa yang ditemukannya. Begitu juga hidup kita, nyalakanlah pelita setiap kita sesuai kehendak Tuhan Yesus untuk menolong saudara kita yang mulai menganggap dirinya bisa hidup tanpa orang lain bahkan Tuhan; mereka juga memerlukan kita untuk menolong mereka. Mendoakannya dan menarik kembali dari kegelapan serta mengembalikannya ke Jalan Tuhan.

Setiap kita orang percaya juga harus senantiasa menolong saudara kita yang mulai terhilang seperti perumpamaan anak bungsu yang lupa dan menghabiskan berkat pengajaran bapanya. Begitu juga dengan kita senantiasalah berdoa dan menolong saudara kita yang mulai terhilang dari Kasih anugerah Tuhan Yesus Bapa kita untuk memuaskan dirinya sendiri, menolong saudara kita dengan setia seperti Bapa kita setia menerima dan melayakkan mereka kembali untuk tetap mendapat kasih dan kehidupan yang kekal pada akhirnya.

Dan senantiasalah memiliki kasih Bapa yang mengasihi anak sulung, mengembalikan kembali kepercayaannya pada bapa; begitupun juga saudara kita yang dikuasai kekecewaan untuk membawa mereka kembali kepada kasih setia dan anugerah Tuhan. Saling mengasihi, berdoa dan setia menolong orang-orang yang hilang atau orang percaya yang terhilang di sekitar kita, Tuhan pasti menolong dan berkat kasihNYA tidak akan pernah habis bagi kita semua.

*sumber: Kotbah Firman Tuhan Ps. Christianto Silitonga (Jakarta) di GBIS Kepunton