Kekecewaan (Matius 11:6 dan Yohanes 16:1)

Kekecewaan dapat kita alami pada siapapun bahkan pada diri sendiri. Tuhan Yesus menginginkan kita tidak hidup dalam kekecewaan terus-menerus.

Kekecewaan muncul dari pengharapan hati kita, pengharapan yang sirna menciptkakan kekecewaan dan luka batin.

Pengharapan yang mengecewakan juga bisa muncul karena dosa, kondisi yang terpaksa dan karena kebodohan. Miliki hikmat dalam langkah hidup dan pengharpan kita yang sesuai dengan Firman Tuhan.

Tidak ada sesuatu pun di dalam dunia yang sempurna. Ciptakan suasana surga di dalam hati kita, berdoa dan berpengharapan hanya pada Tuhan Yesus.

Saat hidup kita mengalami kekecewaan, tetaplah mengasihi. Orang yang memiliki kasih pasti bisa menutupi kesalahan. Menyesuaikan diri saat mengalami kekecewaan, penuhi hati dengan Kasih dan mengampuni.

Mengendalikan diri saat mengalami kekecawaan, tetap hidup dan berjalan sesuai Firman Tuhan. Kesedihan dan penderitaan boleh kita alami, namun setiap orang percaya tetap dipenuhi damai sejahtera dan kebahagiaan.

Tuhan Yesus adalah Bapa kita yang tidak pernah mengecewakan. Kekecewaan memiliki benih dosa, kuatkan hati kita dan tetap berdoa untuk Tuhan Yesus melepaskan hidup kita dari kekecewaan.

Setiap orang yang sudah hidup dan lahir baru bisa mengalami kekecewaan namun tidak dikuasai kekecewaan (I Petrus 2 : 19). Roh Kudus pasti membimbing kita pada jalan yang baik dan mengendalikan hidup kita saat menghadapi rasa kecewa.

Ada kehendak Tuhan Yesus yang indah dalam hidup kita, senantiasa bersyukur akan setiap hidup kita.

Hidup mengasihi dan mengampuni seperti Tuhan Yesus yang sudah mengasihi dan mengampuni setiap kita.

*sumber: Kotbah Firman Tuhan Pdt. Jonatan Jap Setiawan (GBIS Kepunton)