Karena SalibNYA (I Petrus 2 : 18-24)

Mengapa salib? Karena salib, kita bisa berkemenangan dalam menjalani kehidupan. Melalui pengorbanan Tuhan Yesus di atas kayu salib, kita diselamatkan atas maut. Sekalipun salib itu penderitaan berdarah-darah, tapi sengsara salib juga yang membuat kita menang atas segala perkara.

Salib, penderitaan dan kesengsaraan merupakan kewajiban setiap orang beriman. Hidup Petrus pada akhirnya menjadi teladan yang setia mengikut Tuhan Yesus, hidup beriman bahkan memikul salib penderitaan demi kebenaran Firman. Tujuan mengikut Tuhan Yesus adalah memikul salib, segala berkat dan kemurahan Tuhan adalah anugerah pemberian Tuhan untuk setiap kita.

Dibalik kelemahan kita, ada Tuhan Yesus yang menopang hidup kita. Di balik salib, ada berkat di balik sengsara, ada kuasa dan mujizat Tuhan yang heran.

Tuhan memberikan pikiran, hikmat dan akal budi, untuk dipergunakan, agar kita tidak mengalami sengsara karena kebodohan. Sengsara karena dosa dan karena kebodohan berbeda dengan sengsara salib mengikut Tuhan Yesus.

Berjalan dalam kebenaran namun menurut kehendak Tuhan itu menyenangkan hati Tuhan dan mendatangkan berkat hidup yang kekal. Tidak melakukan kesalahan tetapi hidup tetap beriman kepada Tuhan Yesus, itulah hidup memikul salib Kristus.

Tidak ada perkara yang kebetulan bagi orang-orang beriman. Kesukaran maupun berkat sudah diatur oleh Tuhan untuk kebaikan kita (Ayub 5:6). Apa yang terjadi pada kita sudah diketahui Allah. Allah punya maksud yang baik untuk semua orang-orang percaya.

Di balik kelemahan dan salib, ada kekuatan Allah yang nyata (2 Korintus 12:9). Di belakang salib; pasti ada mahkota, kemuliaan, kuasa, mujizat dan pertolongan. Tanpa salib, tidak ada kuasa dan mujizat Salib itulah kuasa Allah (1 Korintus 1:18). Yusuf yang harus menjalani salib untuk mencapai mahkota yang dijanjikan Tuhan, menjadi teladan iman bagi kita. Meskipun harus menderita namun Yusuf tetap taat menjalani segala kesengsaraan yang diijinkan Tuhan dalam hidupnya, dan Tuhan pun berkenan kepada Yusuf dan Yusuf menerima apa yang telah dijanjikan Tuhan dalam hidup Yusuf.

Tuhan pasti akan buat jalan saat tiada jalan; Baal Perasim, Tuhan Yesuslah Allah yang yang menerobos musuh seperti air menerobos. Meskipun rasanya tidak ada jalan, Tuhan sanggup membuatkan jalan di tempat yang mustahil.

Setiap kali orang-orang yang dikasihiNya dalam keadaan terjepit, maka Tuhan pasti akan membuatkan jalan di laut, di air yang bergelora.

*sumber: Kotbah Firman Tuhan Pdt. Jonatan Jap Setiawan (GBIS Kepunton)