Tidur

Ditulis oleh: GBIS Kepunton | 49 kali dibaca

Tidur
(Efesus 5:14)

Dalam Efesus 5:14, dituliskan: Itulah sebabnya dikatakan, "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu." Kita akan memperhatikan kata tidur, bagaimana ciri orang tidur?

Yang pertama adalah tidak peduli orang lain. Apakah mengoroknya mengganggu? Apakah posisi tidurnya mengganggu? Orang yang tidur tidak peduli ia hanya asyik dengan nikmatnya tidur. Demikian juga dengan orang yang tidur rohaninya, ia tidak peduli apakah perilakunya menyebalkan? Apakah tutur katanya menyakitkan? Apakah tindakannya merugikan/membahayakan orang lain? Ia tidak peduli dengan kepentingan orang lain, ia hanya asyik dengan diri sendiri. Contohnya orang merokok di tempat umum yang asapnya diisap juga dengan yang tidak merokok di tempat umum. Kalau di gereja ngobrol sendiri saat Firman Tuhan diberitakan tidak peduli kalau mengganggu orang yang duduk di depan/sampingnya yang serius dengan Firman Tuhan.

Tidak peduli dengan orang sekitar. Apakah TV masih menyala semalaman? Apakah jemuran kehujanan? Orang yang tidur tidak peduli hanya asyik dengan dunia tidurnya. Demikian juga dengan orang yang tidur rohaninya ia tidak peduli dengan keadaan sekitar yang sedang ada musibah atau orang yang susah. Contohnya, hidunya glamour tetapi kalau ada kesempatan untuk peduli dengan yang belum beruntung selalu menghindar.

Yang ketiga adalah tidak peduli dengan dirinya sendiri. Apakah mulutnya menganga? Apakah pakainnya tersingkap? Orang yang tidur tidak peduli ia hanya asyik dengan tidurnya. Demikian juga dengan orang yang tidur rohaninya ia tidak peduli apakah sikap dan perbuatannya akan merusak citra dirinya. Ia tidak peduli apakah ucapannya akan merugikan dirinya sendiri. Ia juga tidak malu dengan penampilannya yang heboh padahal ia pinjam sana-sini atau hasil korupsi atau hasil selingkuh.

Ada tidur jasmani dan tidur rohani dimana tidur secara jasmani memang sangat diperlukan bahkan kalau seseorang kurang tidur dia akan jatuh sakit. Tetapi kalau tidur secara rohani itu akan merusak. Secara jasmani, ada saatnya kita harus tidur tetapi secara rohani kita harus senantiasa bangun.

Kiranya setiap kita selalu berjaga-jaga jangan sampai kita didapati sedang tidur rohaninya. Dimanapun kita berada kita senantiasa menjadi berkat kesaksian yang hidup dan nama Tuhan dipermuliakan.

Bagikan:


RENUNGAN FAVORIT

Ibadah Raya GBIS Kepunton

by: GBIS Kepunton | 02 November 2018

Sabat Yobel

by: GBIS Kepunton | 29 October 2018

Kasih Allah Tak Berkesudahan

by: GBIS Kepunton | 31 October 2018

Berdiri Teguh

by: GBIS Kepunton | 27 January 2019

Doa Yabes

by: GBIS Kepunton | 29 October 2018

Penyertaan Allah

by: GBIS Kepunton | 02 November 2018

Badai Topan

by: GBIS Kepunton | 21 April 2019

Jatuh dalam Kesuksesan

by: GBIS Kepunton | 20 January 2019

Kehidupan Doa

by: GBIS Kepunton | 06 May 2019

Berjalan di Atas Air II

by: GBIS Kepunton | 17 February 2019

RENUNGAN TERBARU

Dosa dalam Pekerjaan

by: GBIS Kepunton | 11 September 2019

Undang-Undang Permalingan

by: GBIS Kepunton | 01 September 2019

Hati Untuk Bangsa

by: GBIS Kepunton | 27 August 2019

Yunus didalam Perut Ikan 2

by: GBIS Kepunton | 18 August 2019

Ajar Kami Menghitung Sisa Umur Kami

by: GBIS Kepunton | 09 August 2019

Yunus didalam Perut Ikan

by: GBIS Kepunton | 04 August 2019

Sihir dan Okultisme

by: GBIS Kepunton | 31 July 2019

Saat Teduh

by: GBIS Kepunton | 01 July 2019

Tidur

by: GBIS Kepunton | 01 July 2019

Orang Kristen yang Sabar

by: GBIS Kepunton | 07 June 2019