Saat Teduh

Ditulis oleh: GBIS Kepunton | 76 kali dibaca

Saat Teduh
(Lukas 5:16)

Ada suatu cerita dimana seseorang memotong kayu bakar tanpa istirahat dan setelah hari mulai petang parangnya mulai tumpul dan dia juga kelelahan. Parang itu menjadi tumpul karena orang tersebut tidak berhenti sejenak untuk mengasahnya, dia terlalu lelah karena dia tidak berhenti sebentar untuk istirahat memulihkan tenaganya.

Kadang kita juga melakukan hal yang sama seperti pemotong kayu bakar tersebut. Kita begitu sibuk dengan berbagai urusan ini dan itu, kita sibuk dan terus sibuk ibarat mesin tidak ada hentinya. Akhirnya jiwa kita tumpul kalau terus dibiarkan larut dalam kesibukan dan kebisingan hidup tanpa ada waktu untuk beristirahat dalam arti saat teduh bersama Sang Pencipta.

Saat teduh pribadi dengan Tuhan adalah ketika sejenak kita undur diri dari segala kesibukan, lalu secara khusus dan khusyuknya berdiam diri - tenang - berdoa - merenungkan Firman Tuhan baik yang kita baca atau dengar. Melalui saat teduh kita dapat merasakan kehadiran Tuhan dan menjalin relasi pribadi dengan-NYA. Dalam Lukas 5:16 dituliskan: Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa. Tuhan Yesus juga bersaat teduh dalam kesibukan-NYA melayani banyak orang, DIA selalu menyempatkan diri untuk "mengundurkan diri ke tempat-tempat sunyi dan berdoa."

Saat teduh pribadi akan membuat hati dan pikiran kita tetap tajam dalam iman. Bukan berarti tidak ada masalah tetapi kita akan lebih siap menghadapi segala peristiwa yang terjadi - tidak mudah terombang ambing - dan tetap percaya bahwa Tuhan menyertai dan memelihara kita sehingga langkah kita akan tetap pada jalan-jalanNYA. Kita akan hidup dalam penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan sehingga apapun yang Tuhan ijinkan untuk kita lalui kita tetap tenang dan percaya.

Kiranya setiap kita tetap setia dalam saat teduh pribadi kita ditengah segala kesibukan dan aktifitas rutin sehari-hari serta pelayanan-pelayanan kita. Jangan sampai kita meninggalkan saat teduh pribadi, karena relasi pribadi dengan Tuhan akan terus mempertajam Iman kita dalam menyikapi setiap peristiwa dalam hidup kita dalam kebenaran-NYA.

Bagikan:


RENUNGAN FAVORIT

Ibadah Raya GBIS Kepunton

by: GBIS Kepunton | 02 November 2018

Sabat Yobel

by: GBIS Kepunton | 29 October 2018

Kasih Allah Tak Berkesudahan

by: GBIS Kepunton | 31 October 2018

Berdiri Teguh

by: GBIS Kepunton | 27 January 2019

Doa Yabes

by: GBIS Kepunton | 29 October 2018

Penyertaan Allah

by: GBIS Kepunton | 02 November 2018

Jatuh dalam Kesuksesan

by: GBIS Kepunton | 20 January 2019

Badai Topan

by: GBIS Kepunton | 21 April 2019

Kehidupan Doa

by: GBIS Kepunton | 06 May 2019

Berjalan di Atas Air II

by: GBIS Kepunton | 17 February 2019

RENUNGAN TERBARU

Lebih Bernilai

by: GBIS Kepunton | 22 September 2019

Dosa dalam Pekerjaan

by: GBIS Kepunton | 11 September 2019

Undang-Undang Permalingan

by: GBIS Kepunton | 01 September 2019

Hati Untuk Bangsa

by: GBIS Kepunton | 27 August 2019

Yunus didalam Perut Ikan 2

by: GBIS Kepunton | 18 August 2019

Ajar Kami Menghitung Sisa Umur Kami

by: GBIS Kepunton | 09 August 2019

Yunus didalam Perut Ikan

by: GBIS Kepunton | 04 August 2019

Sihir dan Okultisme

by: GBIS Kepunton | 31 July 2019

Saat Teduh

by: GBIS Kepunton | 01 July 2019

Tidur

by: GBIS Kepunton | 01 July 2019