Ajar Kami Menghitung Sisa Umur Kami

Ditulis oleh: GBIS Kepunton | 51 kali dibaca

Ajar Kami Menghitung Sisa Umur Kami
(Wahyu 2 : 10b)

Pergi ke rumah duka lebih baik daripada ke rumah pesta. Karena di rumah dkalah kesudahan setiap manusia, hendaklah orang yang hidup memperhatikannya (Pengkotbah 7:2). Apakah tidak baik pergi ke acara pesta? Tentu maksudnya bukan demikian. Kalau kita diundang di acara pesta pernikahan ya datang untuk menghormati dan ikut berbahagia atas kebahagiaan mereka, tetapi di acara pesta kita tidak ada kesempatan untuk merenungkan kesudahan setiap manusia. Tetapi melalui kehadiran kita di rumah duka maka kita dapat lebih merenungkan kesudahan setiap manusia, betapa singkatnya hari umur manusia. Hidupmu ini sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap (Yakobus 4:14b).

Kematian pasti akan menghampiri setiap kita mau tidak mau, siap tidak siap. Dan kematian tidak pandang umur/sosial/gender, kalau kematian datang menjemput semua berlalunya buru-buru (Mazmur 90:10). Kadang seperti mimpi, kemarin masih bersenda gurau sekarang sudah meninggal atau orangnya masih muda dan sehat kok tiba-tiba meninggal dan banyak peristiwa yang tidak diduga dalam sebuah proses kematian.

Setiap manusia akan masuk keabadian dan tak seorangpun tahu akhir hidupnya, oleh sebab itu biarlah setiap kita selalu memohon untuk diajar menghitung sisa umum kita. Bagaimana kita menghitung sisa umur kita sedangkan kita tidak tahu? Kita menghitung sisa umur yang kita sendiri tidak tahu hanya dengan hidup yang:

1. Bijaksana (Efesus 5 : 15-17). Karena itu perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kita hidup. Pergunakan waktu yang masih kita miliki dengan bijaksana (tidak sembrono) dan berusaha mengerti kehendak Allah.

2. Berjaga-jaga (I Tesalonika 5 : 1-9). Hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. Namanya pencuri tentunya tidak kencan dulu dengan pemilik rumah kalau mau datang mencuri, pencuri akan tiba-tiba. Demikian dengan kematian datangnya tidak ada yang tahu. Kalau kita antri di dokter kita tahu dapat nomor antrian 90 dan masih lama sering menunggu tidak terasa lama karena diwaktu tunggu bermain hp tiba-tiba sampai nomor 90 dan dipanggil masuk. Tetapi kalau kita menunggu dipanggil masuk keabadian, kita tidak tahu dapat nomor antrian ke berapa oleh sebab itu dalam waktu tunggu kita jangan lengah harus berjaga-jaga dan sadar. Tetap berdiri teguh dalam iman, pengharapan dan kasih.

3. Tetap Tinggal dalam Tuhan (Yohanes 15 : 5-6). Tuhan Yesus adalah pokok anggur dan kita rantingnya, ranting harus melekat supaya kita tidak jatuh-kering dan mati. Selama kita masih diberi napas, biarlah kita tetap melekat pada Tuhan Yesus, melekat pada Firman itu sendiri sehingga buah-buah keluar dari hidup kita untuk kemuliaan Tuhan. Apapun pergumulan kita tetaplah melekat pada Tuhan Yesus jangan mudah diombang-ambingkan ajaran/filsafah dunia ini. Relasi/hubungan pribadi dengan Tuhan harus kuat melekat.

Kalau saat ini Tuhan masih memberi kita kesempatan menikmati hidup ini, biarlah menjadi doa kita untuk selalu diajar menghitung sisa umur kita dengan bijaksana, berjaga-jaga dan tetap melekat pada Tuhan Yesus. Sehingga saat waktu kita tiba untuk masuk keabadian kita boleh menerima kebahagiaan bersama Bapa di Sorga.

"Hendaklah engkau setia sampai mati, dan aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan"

Bagikan:


RENUNGAN FAVORIT

Ibadah Raya GBIS Kepunton

by: GBIS Kepunton | 02 November 2018

Sabat Yobel

by: GBIS Kepunton | 29 October 2018

Kasih Allah Tak Berkesudahan

by: GBIS Kepunton | 31 October 2018

Berdiri Teguh

by: GBIS Kepunton | 27 January 2019

Doa Yabes

by: GBIS Kepunton | 29 October 2018

Penyertaan Allah

by: GBIS Kepunton | 02 November 2018

Jatuh dalam Kesuksesan

by: GBIS Kepunton | 20 January 2019

Badai Topan

by: GBIS Kepunton | 21 April 2019

Kehidupan Doa

by: GBIS Kepunton | 06 May 2019

Berjalan di Atas Air II

by: GBIS Kepunton | 17 February 2019

RENUNGAN TERBARU

Lebih Bernilai

by: GBIS Kepunton | 22 September 2019

Dosa dalam Pekerjaan

by: GBIS Kepunton | 11 September 2019

Undang-Undang Permalingan

by: GBIS Kepunton | 01 September 2019

Hati Untuk Bangsa

by: GBIS Kepunton | 27 August 2019

Yunus didalam Perut Ikan 2

by: GBIS Kepunton | 18 August 2019

Ajar Kami Menghitung Sisa Umur Kami

by: GBIS Kepunton | 09 August 2019

Yunus didalam Perut Ikan

by: GBIS Kepunton | 04 August 2019

Sihir dan Okultisme

by: GBIS Kepunton | 31 July 2019

Saat Teduh

by: GBIS Kepunton | 01 July 2019

Tidur

by: GBIS Kepunton | 01 July 2019