Dosa Kekuatiran (Matius 6 : 27)

Orang yang kuatir umurnya tidak akan pernah panjang. Kuatir dan gelisah suatu perasaan yang tidak enak, padahal belum tentu terjadi. Ketakutan lebih nyata pasti dihadapi akan tetapi kekuatiran belum tentu terjadi.

Kekuatiran masih dilingkup pikiran dan belum tentu terjadi. Kekuatiran adalah hal yang wajar dan biasa di dalam hidup manusia. Kekuatiran yang berlebihan itu dosa, kekuatiran menandakan tidak memiliki iman akan pertolongan Tuhan yang nyata.

Kekuatiran manusia di dalam hidup sebenarnya tidak beralasan, hampir semua kekuatiran tidak perlu dilakukan. Jangan menuruti perasaan namun hiduplah menurut Firman Tuhan.

Kuatir bisa memperpendek umur, kuatir membawa setiap orang berada di ujung tanduk hidupnya. Kuatir seperti hal sepele akan tetapi bisa mematikan. Hidup, jiwa, pikiran bahkan jasmani orang yang kuatir bisa digerogoti menjadi lemah.

Orang yang tidak dikuasai kekuatiran dalam hidup, akan selalu sukacita dan fokus konsentrasi dalam bekerja serta menjalani hidup.

Kekuatiran bisa menular ke orang sekelilingnya, melemahkan iman. Instropeksi setiap diri kita jika masih dikuasai kekuatiran mungkin masih ada dosa di dalam hidup kita, berdoa dan minta pimpinan Roh Kudus.

Tinggallah di dalam Tuhan sehingga hidup kita senantiasa dipimpin Roh Kudus. Hidup melangkah menurut kehendak Tuhan tanpa kekuatiran.

Sebagai anak-anak Allah kita bisa berkomunikasi langsung dengan Allah, Bapa kita. Firman Tuhan sudah menyatakan Tuhan pasti menyediakan apa yang kita perlukan.

Dalam segala masalah, Tuhan membedakan mana orang yang sungguh-sungguh mengikut Tuhan dan yang tidak sungguh-sungguh melakukan kehendakNYA.

Segala perkara sudah diijinkan Tuhan di dalam hidup kita, bersemangatlah menghadapinya karena Tuhan berjalan bersama kita

*sumber: Kotbah Firman Tuhan Pdt. Jonatan Jap Setiawan (GBIS Kepunton)