Dipimpin Tuhan (Bilangan 10 : 29-36)

Tuhan mengijinkan ada satu kesalahan Musa yang sepele namun berdampak besar, karena janjinya pada Hobab. Musa mengandalkan manusia dan lupa akan pimpinan Tuhan di padang gurun. Namun Tuhan menolong melalui peristiwa ini, Musa diingatkan dan kembali berpengharapan pada Tuhan, maka tabut Allah pun memimpinnya di tengah padang gurun.

Jika kita hidup dipimpin akal dan kemampuan maka hal ini titik awal kehancuran di dalam kehidupan. Namun jika Tuhan memimpin, kita pasti melihat berkat dan pertolongan Tuhan. Allah akan memimpin kita berjalan di atas mujizat dan keajaiban.

Bersama Tuhan kita akan mengatasi segala tantangan. Mujizat dan berkat Tuhan tidak akan habis di dalam hidup kita. Di dalam tangan Allah, ada jaminan pasti bahwa kita pasti menang dan keberkatan luar biasa.

Orang yang cinta Tuhan dan dicintai Tuhan, pasti akan dilepaskan Allah dari jerat dan celaka.

Jangan pernah melupakan Tuhan. Berdoalah dan bertanyalah kepada Tuhan senantiasa. Mintalah pimpinan Tuhan agar kata-kata lidah kita tidak menjadi jerat buat diri kita sendiri. Mujizat akan nyata dari mulut orang yang percaya.

Segala perkara yang mustahil akan dijadikan tidak mustahil oleh Tuhan bagi orang yang berani berkata-kata dengan iman.

Setiap penaburan kata-kata Firman Allah dari mulut kita, pasti jadi! Kuasa Firman Tuhan yang keluar dari mulut kita sanggup mengalahkan apa saja dan mampu mengatasi segala perkara.

Berani memperkatakan Firman Tuhan dengan iman, pasti mengalami mujizat dan mendapatkan berkat.

Keajaiban akan terjadi karena kuasa kata-kata orang beriman.

*sumber: Kotbah Firman Tuhan Pdt. Jonatan Jap Setiawan (GBIS Kepunton)