Get Adobe Flash player
Pencarian

Pujian Favorit

Pengunjung Online
1382624
Pengunjung hari ini : 71
Total pengunjung : 382920
Hits hari ini : 134
Pengunjung Online : 1
Link
Informasi
  • - Katekisasi Baptisan Air 9x pertemuan setiap Kamis, dimulai Kamis, 27 September 2018 pukul 18.00 WIB

  • - Baptisan Air, Minggu 25 November 2018 Ibadah Umum ke-2 Pukul 09.00

  • - Telah berpulang ke rumah Bapa di sorga PDT. EMMA SETIAWAN dalam usia 82 Tahun pada Kamis, 26 Maret 2

  • - Tifara On Air 94.3 FM support by Immanuel FM - peaceful station -

  • - sekretariat GBIS Kepunton - Jl. AR Hakim 49 Surakarta

Diposting oleh : HannyTan Kategori: Chumani - Dibaca: 4185 kali

Bijak Menjalani Kehidupan

Pengkhotbah 1: 12-14, 2: 18-23; Mazmur 49: 1-12; Kolose 3: 5-11; Lukas 12: 13-21

 

“Enjoy your life! Ngapain dibuat susah!”Hidup memang harus dinikmati namun bukan berarti bebas melakukan apa saja sesuka hati kita tanpa memikirkan orang lain. Hidup harus memiliki tujuan yang berarti di hadapan Tuhan dan sesama, jika tidak akan menjadi sia-sia dan tidak berarti bahkan merugikan diri sendiri!

Menurut Pengkhotbah segala sesuatu yang kita kerjakan di dunia ini akan menjadi sia-sia jika tidak didasari takut akan Tuhan (Pkh.12:13) atau hanya untuk memuaskan diri sendiri. Melalui perumpamaan ‘orang kaya yang bodoh’, Tuhan Yesus juga mengingatkan para murid tentang ketamakan manusia yang tidak pernah bisa berpuas diri sehingga hatinya terpaut pada harta bahkan dijadikan sebagai jaminan hidup yang pasti (Luk.12:16-21) Padahal, jaminan kehidupan manusia bukan semata-mata berpusat pada harta duniawi tapi kepada Tuhan, yaitu mengenal dan melakukan kehendak Tuhan (Mzm.49:1-12)

Maka, tidak heran kalau Rasul Paulus menasihati agar setiap orang percaya harus bijak dalam menjalani kehidupan. Salah satu caranya ialah dengan mengenakan manusia baru yang membuang marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata yang kotor (Kol 3:5-11) Itulah salah satu wujud dan gambaran hidup yang takut akan Tuhan sebagai hasil dari pengenalan serta melakukan kehendak Tuhan.

Jadi, nikmatilah hidup yang anda jalani hingga saat ini namun jangan terlena dengan kenyamanan duniawi hingga melupakan Tuhan apalagi merugikan orang lain! Nikmati dan jalanilah hidup dengan sukacita karena Tuhan itu ada dan hidup dalam setiap perjalanan kehidupan kita! (LH)

Hidup bukan karena hari tapi karena arti!

Pengkhotbah 1: 12-14, 2: 18-23; Mazmur 49: 1-12; Kolose 3: 5-11; Lukas 12: 13-21
Pengkhotbah 1: 12-14, 2: 18-23; Mazmur 49: 1-12; Kolose 3: 5-11; Lukas 12: 13-21
Pengkhotbah 1: 12-14, 2: 18-23; Mazmur 49: 1-12; Kolose 3: 5-11; Lukas 12: 13-21

“Enjoy your life! Ngapain dibuat susah!”Hidup memang harus dinikmati namun bukan berarti bebas melakukan apa saja sesuka hati kita tanpa memikirkan orang lain. Hidup harus memiliki tujuan yang berarti di hadapan Tuhan dan sesama, jika tidak akan menjadi sia-sia dan tidak berarti bahkan merugikan diri sendiri!

Menurut Pengkhotbah segala sesuatu yang kita kerjakan di dunia ini akan menjadi sia-sia jika tidak didasari takut akan Tuhan (Pengkotbah 12 : 13) atau hanya untuk memuaskan diri sendiri. Melalui perumpamaan ‘orang kaya yang bodoh’, Tuhan Yesus juga mengingatkan para murid tentang ketamakan manusia yang tidak pernah bisa berpuas diri sehingga hatinya terpaut pada harta bahkan dijadikan sebagai jaminan hidup yang pasti ( Lukas 12 : 16-21) Padahal, jaminan kehidupan manusia bukan semata-mata berpusat pada harta duniawi tapi kepada Tuhan, yaitu mengenal dan melakukan kehendak Tuhan ( Mazmur 49 : 1-12 )

Maka, tidak heran kalau Rasul Paulus menasihati agar setiap orang percaya harus bijak dalam menjalani kehidupan. Salah satu caranya ialah dengan mengenakan manusia baru yang membuang marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata yang kotor ( Kolose 3 : 5-11 ) Itulah salah satu wujud dan gambaran hidup yang takut akan Tuhan sebagai hasil dari pengenalan serta melakukan kehendak Tuhan.

Jadi, nikmatilah hidup yang anda jalani hingga saat ini namun jangan terlena dengan kenyamanan duniawi hingga melupakan Tuhan apalagi merugikan orang lain! Nikmati dan jalanilah hidup dengan sukacita karena Tuhan itu ada dan hidup dalam setiap perjalanan kehidupan kita!

Hidup bukan karena hari tapi karena arti! Nikmatilah hidup ini namun ingatlah untuk setia melakukan hal-hal yang berarti bagi Tuhan dan sesama.