Yunus didalam Perut Ikan

Ditulis oleh: GBIS Kepunton | 15 kali dibaca

Yunus didalam Perut Ikan
(Yunus 2 : 1-10)

Memperhatikan Firman Allah bisa  menggantikan banyak pengalaman pahit dan kejatuhan. Belajar berdoa di dalam “perut ikan” merupakan pelajaran doa yang sangat menyakitkan.

Banyak orang-orang Kristen yang menunggu diombang-ambing di dalam masalah, baru ingat untuk berdoa dan beribadah. Lebih sebelum masuk ke dalam permasahan, kita sudah belajar berdoa dan beribadah kepada Tuhan; belajar tetap setia agar hidup kita tidak kacau dan dikuasai kekuatiran.

Lebih baik belajar berdoa mulai sekarang dan kita akan hidup dengan pengalaman yang lebih indah daripada di dalam “perut ikan”. Orang beriman yang berada di dalam kepahitan dan dia tidak mau berdoa dan  datang pada Tuhan, berarti imannya sudah mati.

Gejala lekas celaka adalah disaat oang yang ada dalam kepahitan dan di dalam kesusahan, da dia tetap tidak mau berdoa. Berjaga-jagalah di dalam doa dan ibadah sebelum permasalah hidup datang, maka mujizat dan berkat Allah pasti kita terima.

Kita harus percaya  bahwa kehendak Allah dalam kehidupan kita itulah yang  paling baik untuk kita sekalipun kadang-kadang kita merasa keberatan dan kesulitan untuk menuruti maunya Tuhan.

Kehendak Tuhan kadang-kadang memang pahit, tapi masih lebih manis dibandingkan dengan kehendak diri sendiri.

Jangan hanya menuruti emosi dan kehendak sendiri; tahu-tahu emosi, pikiran, kehendak, benci, sakit hati, kecewa, atau iri tersebut akan membawa masuk ke dalam perut ikan. 

Orang yang mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh, meskipun dalam kejatuhannya, dosanya, masalahnya; Tuhan tidak akan pernah menyembunyikan diri-Nya (Yohanes 6:37).

Jeritan doa yang sia-sia adalah ketika kita brteriak kepada Tuhan sebab terjepit, bukan sebab bertobat dan menyesali dosa-dosanya (I Samuel 28:6). 

Kadang-kadang Tuhan ijinkan kita berada dekat dengan maut, agar kita bisa melihat apakah hidup kita sudah beres atau belum (Mazmur 23:4). Sebagai latihan kita saat melayani Tuhan, memperkuat iman percaya kita kepada Kuasa Tuhan di dalam hidup kita.Sebagai pengajaran seperti Yunus agar kita dapat melihat bahwa semua perkara adalah sia-sia.

Orang yang berdosa pasti kan makan buahnya, lebih baik bertobat sebelum makan buahnya; Jangan makan buahnya baru menyesal.

Bagikan:


RENUNGAN FAVORIT

Ibadah Raya GBIS Kepunton

by: GBIS Kepunton | 02 November 2018

Sabat Yobel

by: GBIS Kepunton | 29 October 2018

Kasih Allah Tak Berkesudahan

by: GBIS Kepunton | 31 October 2018

Berdiri Teguh

by: GBIS Kepunton | 27 January 2019

Doa Yabes

by: GBIS Kepunton | 29 October 2018

Penyertaan Allah

by: GBIS Kepunton | 02 November 2018

Jatuh dalam Kesuksesan

by: GBIS Kepunton | 20 January 2019

Badai Topan

by: GBIS Kepunton | 21 April 2019

Berjalan di Atas Air II

by: GBIS Kepunton | 17 February 2019

Kehidupan Doa

by: GBIS Kepunton | 06 May 2019

RENUNGAN TERBARU

Yunus didalam Perut Ikan 2

by: GBIS Kepunton | 18 August 2019

Ajar Kami Menghitung Sisa Umur Kami

by: GBIS Kepunton | 09 August 2019

Yunus didalam Perut Ikan

by: GBIS Kepunton | 04 August 2019

Sihir dan Okultisme

by: GBIS Kepunton | 31 July 2019

Saat Teduh

by: GBIS Kepunton | 01 July 2019

Tidur

by: GBIS Kepunton | 01 July 2019

Orang Kristen yang Sabar

by: GBIS Kepunton | 07 June 2019

Orang Tua : Imam Tuhan

by: GBIS Kepunton | 06 June 2019

Bagaimana Kita Dibenarkan

by: GBIS Kepunton | 05 June 2019

Ujilah Apa yang Berkenan kepada TUHAN

by: GBIS Kepunton | 04 June 2019