Ujilah Apa yang Berkenan kepada TUHAN

Ditulis oleh: GBIS Kepunton | 31 kali dibaca

Ujilah Apa yang Berkenan kepada TUHAN
(Efesus 5:17)

Dunia ini dengan segala falsafahnya berusaha terus melawan kebenaran Firman Tuhan. Banyak orang percaya yang pelan-pelan mulai mencampur aduk antara falsafah dunia ini dengan kebenaran Firman Tuhan bahkan ada yang terang-terangan mengikuti falsafah dunia ini meskipun secara lahiriah mereka masih ke gereja.

Bagaimana kita harus menyikapi kondisi yang demikian? Dalam Efesus 5 : 1-20 dituliskan bagaiman seharusnya kita hidup di tengah-tengah kondisi yang demikian yaitu kita tetap harus berdiri teguh hidup sebagai anak-anak terang. Dan kita harus peka sehingga tidak mudah diombang-ambingkan oleh falsafah dunia ini. "Dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan" (Efesus 5:10), maksudnya apapun yang kita pikirkan - perkatakan - lakukan harus senantiasa diuji apakah berkenan kepada Tuhan, bahkan jika kita mendengar saran - falsafah meskipun bagi banyak orang benar tetapi harus diuji apakah berkenan kepada Tuhan.

Dalam Mazmur 119:105 dituliskan "Dalam hatiku aku menyimpan janjiMU, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau, FirmanMU itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku". Kita harus penuh dengan Firman Tuhan sehingga kita dapat menguji apakah suatu hal itu berkenan kepada Tuhan atau tidak. Jika seseorang tidak penuh dengan Firman, maka akan mudah mencampur aduk falsafah duniaini dengan kebenaranNYA demi keinginannya, ambisinya dan egonya.

Selain penuh dengan Firman Tuhan, orang percaya harus mempunyai kerendahan hati untuk ditegur Tuhan, dalam Ayub 6:24 dituliskan "Ajarilah aku, maka aku akan diam, dan tunjukkan kepadaku dalam hal apa aku tersesat", orang percaya yang bersedia ditegur Tuhan karena kesalahan langkahnya adalah orang yang akan memenangkan pertandingan. Banyak orang percaya yang demi mewujudkan keinginannya yang bertentangan dengan Firman Tuhan mempunyai banyak alibi. Tanpa kerendahan hati untuk taat dan tunduk pada kebenaranNYA maka akan menjadi orang percaya yang sombong.

Kita juga harus penuh dengan Roh, tan Roh Kudus maka kita tidak akan sanggup menguji apa yang berkenan kepada Tuhan. Tidak mudah menjadi pribadi yang senantiasa menguji apa yang berkenan kepada Tuhan, tetapi tetap usahakanlah untuk kita mengerti kehendak Tuhan supaya kita tidak menjadi bodoh dan mudah dijerat oleh tipu muslihat dunia ini.

Hari-hari kita akan penuh dengan kemenangan dan anugerah serta limpah dengan berkat-berkatNYA jika kita menguji apa yang berkenan kepada Tuhan, menjadi pribadi yang bijaksan yang mengerti kehendak Tuhan, yang memiliki keredahan hati serta yang senantiasa hidup dipimpin oleh Roh Kudus.

"Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan (Efesus 5:17)

Bagikan:


RENUNGAN FAVORIT

Ibadah Raya GBIS Kepunton

by: GBIS Kepunton | 02 November 2018

Sabat Yobel

by: GBIS Kepunton | 29 October 2018

Kasih Allah Tak Berkesudahan

by: GBIS Kepunton | 31 October 2018

Berdiri Teguh

by: GBIS Kepunton | 27 January 2019

Doa Yabes

by: GBIS Kepunton | 29 October 2018

Penyertaan Allah

by: GBIS Kepunton | 02 November 2018

Jatuh dalam Kesuksesan

by: GBIS Kepunton | 20 January 2019

Badai Topan

by: GBIS Kepunton | 21 April 2019

Berjalan di Atas Air II

by: GBIS Kepunton | 17 February 2019

Kehidupan Doa

by: GBIS Kepunton | 06 May 2019

RENUNGAN TERBARU

Yunus didalam Perut Ikan 2

by: GBIS Kepunton | 18 August 2019

Ajar Kami Menghitung Sisa Umur Kami

by: GBIS Kepunton | 09 August 2019

Yunus didalam Perut Ikan

by: GBIS Kepunton | 04 August 2019

Sihir dan Okultisme

by: GBIS Kepunton | 31 July 2019

Saat Teduh

by: GBIS Kepunton | 01 July 2019

Tidur

by: GBIS Kepunton | 01 July 2019

Orang Kristen yang Sabar

by: GBIS Kepunton | 07 June 2019

Orang Tua : Imam Tuhan

by: GBIS Kepunton | 06 June 2019

Bagaimana Kita Dibenarkan

by: GBIS Kepunton | 05 June 2019

Ujilah Apa yang Berkenan kepada TUHAN

by: GBIS Kepunton | 04 June 2019