Get Adobe Flash player
Pencarian

Pujian Favorit

Pengunjung Online
1207809
Pengunjung hari ini : 131
Total pengunjung : 323272
Hits hari ini : 202
Pengunjung Online : 2
Link
Ads by Google
Informasi
  • - Baptisan Air dilaksakan Minggu, 22 April 2018 setelah Ibadah ke-2 pukul 09.00

  • - Katekisasi Baptisan Air 9x pertemuan mulai Kamis, 22 Februari 2018 pukul 18.00 WIB

  • - Telah berpulang ke rumah Bapa di sorga PDT. EMMA SETIAWAN dalam usia 82 Tahun pada Kamis, 26 Maret 2

  • - Tifara On Air 94.3 FM support by Immanuel FM - peaceful station -

  • - sekretariat GBIS Kepunton - Jl. AR Hakim 49 Surakarta

Diposting oleh : HannyTan Kategori: Chumani - Dibaca: 109387 kali

Pengampunan

(Markus 11 : 25-26)

 


Pengampunan adalah membebaskan semua segala kesalahan dari segala tuntutan. Pada waktu kita pertama kali menerima Tuhan Yesus, Tuhan telah mengampuni kita akan tetapi ketika kita sudah hidup di dalam Kristus dan belum dapat mengampuni maka dosa-dosa masa lalu kita akan kembali kedalam hidup kita (Matius 18 : 21-35).
Dengan kita bisa mengampuni, maka berkat-berkat Tuhan akan senantiasa mengalir dalam hidup kita. Sangatlah sulit untuk mengampuni, namun janganlah pernah berhenti untuk belajar mengampuni (Efesus 4 : 26-27). Alkitab adalah sumber jawaban untuk segala hal pengampunan, ada 2 macam kemarahan yaitu kemarahan yang membangun dan kemarahan yang membawa ke dalam dosa. Marah yang membawa kita ke dalam dosa, adalah kemarahan yang membuka celah untuk iblis membawa hati kita kedalam kepahitan. Janganlah kemarahan kita pendam dalam kurun waktu yang panjang karena kepahitan yang mengakar akan membawa kita jauh dari jalan yang ditunjukkan Tuhan.
Tuhan rindu anak-anak NYA selalu diberkati, dan mudah untuk mengampuni. I Petrus 4:8, Allah bekerja menutupi dosa-dosa masa lalu akan tetapi yang dari iblis adalah membongkar-bongkar dosa dan kesalahan masa lalu. Kita telah disempurnakan dan dikuduskan melalui pengorbanan Tuhan Yesus (Ibrani 10:10,14), itulah kasih karunia yang mengajar kita untuk juga mengampuni orang yang bersalah kepada kita.
Lihatlah dari sudut pandang Allah, jika kita senantiasa melihat Tuhan Yesus yang selalu menyertai kita dan orang-orang di sekitar kita maka kita tidak akan mudah kecewa. Kasih itu menutup hal-hal yang buruk/kesalahan orang, karena apa yang keluar dari mulut kita akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan pada waktu-NYA. Di dalam Ayub 5:2, kita diajarkan untuk tidak menanam kepahitan di dalam hati karena sakit hati akan menjauhkan kita dari berkat-berkat yang seharusnya kita peroleh.